pepatah jawa
Kata Inside

15+ Pepatah Jawa yang Masih Relevan di 2020 (Filosofis)

Pastinya Anda sering mendengar pepatah Jawa atau nasihat-nasihat Jawa bukan? Pepatah dan nasihat Jawa yang diturunkan dari para leluhur tersebut mengandung banyak sekali makna dalam kehidupan ini.

Bahkan, hingga saat ini banyak orang Jawa yang menggunakan nasihat-nasihat tersebut bagi pedoman kehidupan mereka.

Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin maju, kini pepatah ataupun nasihat Jawa bisa digunakan oleh siapa saja.

insideNesia sajikan beberapa pepatah jawa yang sangat fenomenal dan sering digunakan sebagai pedoman hidup oleh orang-orang jawa, baca sampai habis ringkasan dibawah ini :

Kegheden Empyak Kurang Cagak

pepatah bahasa jawa
source : pixabay

Dalam bahasa Indonesia, pepatah Jawa yang satu ini hampir mirip dengan peribahasa “besar pasak dari pada tiang”.

Pepatah tersebut digunakan untuk menyindir orang yang memiliki penghasilan pas-pasan akan tetapi banyak maunya.

Peribahasa jawa yang satu ini menggambarkan mengenai seseorang yang bertindak diluar batas kemampuannya. Untuk hal seperti ini kita harus pintar-pintar membnatasi diri ya guys.

Aja Mung Eling Butuh Urip Nganti Lali Gunane Urip

pepatah bahasa jawa
source : pixabay

Pepatah tersebut memiliki arti, “jangan hanya ingat kebutuhan hidup, sampai lupa gunanya hidup.” Saat ini, tidak sedikit orang yang lebih terlena dengan kehidupan dunia dan menghabiskan banyak waktu untuk kehidupan hidup mereka hingga lupa apa gunanya mereka untuk hidup.

Pepatah Jawa yang satu ini mengingatkan kita bahwa sebenarnya ada tujuan hidup yang harus diperjuangkan, ya semacam tugas untuk apa kita di dunia ini.

Kita harus cari tahu apa hal tersebut, jangan sampai seluruh waktu kita tersita untuk memenuhi kebutuhan hidup apalagi untuk gaya hidup.

Karena hidup bukan sekedar hidup.

Aja Nyepeleke Dawuhe Gusti Yen Wis Mati Bandhamu Ora Aji

pepatah jawa
source : pixabay

Arti dari nasihat Jawa yang satu ini adalah, “jangan menyepelakan firman Tuhan, apabila sudah mati hartamu tidak akan berguna.”

Tidak sedikit orang yang menyepelekan firman Tuhan dan tidak mau taat terhadap perintah-perintahNya. Padahal, harta yang dimiliki tidak ada gunanya di sisi Tuhan.

Filosfi dari kata mutiara jawa ini sungguh sangat dalam, karena kita seringkali mengumpulkan harta benda hingga lupa pada Tuhan, sibuk mengamankan aset padahala sang pemberi keamanan adalah Tuhan.

Ngluruk Tanpo Bolo, Sekti Tanpo Aji Aji, Sugih Tanpo Bondo, Menang Tanpa Ngasorake

Falsafah jawa
source : pixabay

Nasihat Jawa tersebut memiliki arti, “maju perang tanpa pasukan, sakti tanpa ajian/ilmu kesaktian, kaya tanpa harta, menang tanpa merendahkan orang lain.” Petuah tersebut memberikan makna yang sangat dalam bagi kehidupan ini.

Falsafah jawa ini begitu sangat dalam maknanya, Ngluruk Tanpo Bolo artinya maju perang tanpa pasukan. Maksdunya adalah berperang melalui gagasan dan ide tanpa harus berhadapan

Sekti Tanpo Aji artinya sakti tanpa ajian maksdunya bukan sakti seperti para pendekar akan tetapi mensifati kesaktian dengan prilaku yang disukai orang lain. Jika berprilaku baik maka bantuan dan penghargaan akan datang dengan sendirinya.

Sugih Tanpo Bondo artinya kaya tanpa harta, Kaya memang selau identik dengan harta. Akan tetapi, harta sering juga menuntun pada perilaku serakah dan selalu merasa tidak puas.

Kekayaan sesungguhnya adalah perasaan cukup dengan berapapun jumlah harta kita dan mensyukurinya.

Menang Tanpo Ngasorke artinya menang tanpa merendahkan, saat posisi kita sedang beratas jangan sampai kita lupa daratan hingga muncul sifat sombong, kita harus tetap rendah hati.

Memayu Hawaning Bawana

Artinya, “memperindah kehidupan dunia” Pepatah tersebut memberikan nasihat kepada manusia bahwa, kehidupan manusia tidak lepas dengan lingkungan yang ada di sekitarnya. Manusia harus mampu menjaga, merawat serta melestarikan lingkungannya.

Urip Iku Wang Sinawang

papataha jawa
source : pixabay

Arti dari pepatah ini adalah, “hidup itu saling melihat.” Anda pastinya sering melihat kehidupan orang lain jauh lebih baik dan bahagia ketimbang kehidupan yang Anda jalani.

Begitu pula sebaliknya, orang juga memandang kehidupan Anda jauh lebih mapan jika dibandingkan dengan kehidupan mereka.

Nah, salah satu hal yang harus Anda pahami adalah hidup itu hanya saling melihat saja. Mungkin Anda hanya melihat kesuksesan dan kebahagiaan orang lain selama ini, tanpa tahu seberapa keras perjuangan mereka untuk meraih apa yang diinginkan tersebut.

Eling Asale Eling Baline

kata mutiara bahasa jawa
source : pixabay

Pepatah Jawa yang satu ini memiliki arti “ingat asalnya, ingat pulangnya.” Maksudnya adalah, sebagai manusia kita harus selalu ingat dari mana asal kita dan kemana kita akan pulang.

Sama seperti sebuah nasihat agama yang mungkin sering Anda dengar, yaitu “manusia itu berasal dari tanah dan akan kembali menjadi tanah”.

Untuk itu jangan sampai kita kehilangan arah tujuan, apapun yang kita lakukan selama hidup adalah untuk kembali pada ketiadaan kita, jadi persiapkan sebaik mungkin ya guys.

Yen Urip Kaya Iline Banyu Aja Mandheg Sedurunge Nelesi Nanging Aja Ngrusak Sing Diliwati

kata bijak jawa
source : pixabay

Nasihat Jawa tersebut memiliki arti, “Hidup itu seperti air mengalir, jangan berhenti sebelum membasahi. Akan tetapi jangan merusak setiap yang dilewati.” Peribahasa tersebut memberikan arti bahwa, sebagai manusia harus terus berjalan dan berjuang apapun yang terjadi.

Tak hanya itu, selama proses tersebut, seseorang juga harus memberikan manfaat bagi manusia lainnya namun jangan sampai merusak apa yang ada di sekitarnya.

Falsafah hidup yang satu ini mengajarkan kita untuk konsisten dalam menekuni sesuatu, sebelum hal tersebut selesai atau didapatkan maka lanjutkan usaha kita dan berikan yang terbaik.

Luwih Becik Pinter Lakonane Bodho Omongane Tinimbang Pinter Omongane Bodho Lakonane

kata kata bijak bahasa jawa
source : pixabay

Nasihat ini memiliki arti, “Lebih baik pintar dalam berperilaku namun bodoh dalam berbicara, ketimbang pintar dalam berbicara namun bodoh dalam berperilaku.”

Di dalam hidup memang lebih baik memiliki perilaku yang terpuji meskipun Anda tidak pandai dalam berbicara, ketimbang pandai berbicara namun memiliki perilaku yang buruk.

Karena ucapan akan sulit untuk dibuktikan sedangkan tindakan membuktikan banyak hal yang tidak terucap.

Kaduk Wani Kurang Duga

peribahasa jawa
source : pixabay

Peribahasa Jawa tersebut memiliki arti, “Keberanian yang berlebihan biasanya kurang waspada.”

Berani dalam menghadapi apapun memang bukan hal yang buruk, akan tetapi keberanian yang terlalu berlebihan justru akan membuat diri Anda sendiri kurang waspada sehingga bisa mengakibatkan beberapa kesalahan yang cukup fatal.

Hal ini berkaitan dengan segala aspek kehidupan, memang nekat diperlukan tapi tanpa perhitungan itu hanyalah kecerobohan.

Alam Ora Bisa Dilawan, Awu Sing Semebar Iku Sejatine Berkah Gusti Kanggo Njaga Kesuburan Bumi Jawa. Mulane Ayo Pada Disyukuri Wae

kata kata mutiara jawa
source : pixabay

Arti dari nasihat Jawa yang satu ini adalah, “Alam tidak akan bisa dilawan, abu yang beterbangan adalah berkah dari Tuhan untuk menjaga kesuburan bumi Jawa. Untuk itu, mari kita syukuri saja.”

Semua yang ada di bumi ini adalah karunia yang telah diberikan oleh Tuhan, oleh sebab itu mensyukuri segala hal yang sudah diberikan oleh Tuhan merupakan salah satu bentuk ketakwaan kepadaNya.

Witing Tresno Jalaran Saka Kulina, Witing Mulya Jalaran Wani Rekasa

bijak jawa
source : pixabay

Kata bijak Jawa yang satu ini memiliki arti, “Cinta itu tumbuh karena kebiasaan, kemakmuran timbul karena berani bersusah payah terlebih dahulu.”

Pastinya Anda sering mendengar bahwa cinta hadir karena kebiasaan bukan? Nah, itulah nasihat Jawa yang hingga saat ini masih banyak digunakan sebagai pedoman hidup kebanyak orang.

Tak hanya itu saja, jika Anda ingin sukses dan hidup makmur, Anda harus berani bersusah payah terlebih dahulu.

Sing Wes Lunga Lalikna, Sing Durung Teka Entenana, Sing Wes Ana Syukurana

kata motivasi jawa
source : pixabay

Artinya, “Yang sudah pergi lupakanlah, yang belum datang tunggulah, yang sudah ada bersyukurlah.” Saat ada sesuatu hal yang pergi meninggalkan Anda, maka segera lupakanlah karena hidup Anda akan terus berlanjut.

Sementara itu, tunggulah yang belum datang dalam hidup Anda itu akan menjadi harapan yang bisa anda pupuk setiap hari.

Tak cukup sampai disitu saja, Anda juga harus bersyukur terhadap apa yang dimiliki saat ini, karena tanpa rasa bersyukur jiwa anda akan sangat lelah mengejar kepuasan yang tiada hentinya.

Gusti Allah Paring Pitedah Bisa Lewat Bungah, Bisa Lewat Susah

peribahasa jawa islami
source : pixabay

“Allah memberikan petunjuk bisa melalui kebahagiaan, bisa lewat kesusahan.” Setiap kebahagiaan ataupun kesusahan yang Anda alami, akan selalu ada petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa.

Jangan pernah menyalahkan hidup dan keadaan semuanya merupakan skenario sempurna dari Tuhan, jika kamu mampu menangkap pesanNya maka hidupmu akan bahagia dalam berbagai suasana.

Yen Kowe Tresna Mung Amarga Rupa, Banjur Kepiye Anggonmu Tresna Marang Gusti Kang Tanpa Rupa?

quote bahasa jawa
source : pixabay

Artinya, “Jika kamu mencintai hanya karena wajah, lalu bagaimana kamu mencintai Tuhan yang tanpa rupa?”

Quote satu ini memang dalam ya guys, yang satu ini admin buat untuk bonus yang bisa kami kirim sebagai kode ke orang yang kamu suka guys. hehe

Banyak sekali makna kehidupan yang bisa diambil dari pepatah Jawa di atas. Nah, semoga berbagai macam nasihat Jawa tersebut bisa Anda jadikan sebagai pedoman hidup dan menjadikan hidup Anda lebih baik daripada sebelumnya.

Jika ada kesalahan penerjemahan dan pemaksudan pada pepatah jawa yang ada di atas, jangan ragu komen dan berikan masukan bagi kami supaya bisa menyajikan informasi yang berguna untuk teman-teman semua.

Terima Kasih Guys. . .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *